Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

flagcounter

histats

Google Website Translator Gadget

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
niddta chochobi
Lihat profil lengkapku

Pengikut

RSS

Pages

BAHASA INDONESIA

MENGGUNAKAN KALIMAT YANG BAIK TEPAT DAN SANTUN

A. Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pembicara kepada pendengar melalui sarana bahasa secara lisan dan tulisan. Komunikator atau pembicara menyampaikan informasi lewat kalimat-kalimat yang dianggap dapat menjelaskan maksud yang ingin diungkapkan. Kalimat-kalimat tersebut harus dapat dipahami oleh pendengar agar nantinya mendapatkan respons berupa jawaban atau tanggapan yang sesuai. Untuk mencapai komunikasi yang baik dan lancar, kalimat yang disampaikan harus efektif dan komunikatif.

Kalimat yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
(1) Tidak menyimpang dari kaidah bahasa
(2) Logis atau dapat diterima nalar
(3) Jelas dan dapat menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat

Kalimat yang tidak menyimpang dari kaidah bahasa maksudnya adalah kalimat yang cermat baik dari segi pemilihan kata dan bentukan kata maupun susunan kalimatnya memenuhi aturan sintaksis yang benar. Sebaliknya, kalimat yang menyimpang dari kaidah bahasa, susunan kalimatnya tidak sesuai dengan aturan sintaksis yang benar.
Contoh:
1. Pada jadwal di atas menunjukkan kereta eksekutif ArgoLawu berangkat
pada pukul 17.00 dari Gambir.
2. Bagi yang menitip sepeda motor harus dikunci.
3. Yang punya HP harus dimatikan.

Kalimat di atas meskipun dapat dipahami tapi terasa janggal didengar. Pada kalimat pertama terasa ada yang kurang secara sintaksis. Jabatan subjeknya tidak ada karena penggunaan kata tugas “pada”. Jika kata “pada” dihilangkan, akan terasa lebih tepat. Penggunaan kata tugas “bagi” pada kalimat kedua juga tidak pada tempatnya dan tidak perlu sebab yang dimaksud sesungguhnya adalah sepeda motor yang dititipkan bukan orangnya. Kalimat kedua mengandung pengertian bahwa yang dititipkan adalah pemilik sepeda motor atau orangnya. Demikian pula pada kalimat
ketiga, yang dimatikan adalah HP bukan pemilik HP.
Perbaikan kalimat di atas ialah:
1. Jadwal di atas menunjukkan kereta api eksekutif Argo Lawu berangkat pada pukul 17.00 dari Gambir.
2. Sepeda motor yang dititipkan harus dikunci.
3. Yang memiliki HP agar mematikan HP-nya.

Kalimat juga harus logis atau dapat dinalar oleh akal. Meskipun secara gramatikal sesuai dengan kaidah namun jika tidak logis, kalimat tersebut tak akan dapat dipahami dengan baik bila disampaikan kepada orang lain.
Contoh:
1. Anak-anak itu sedang asyik makan pohonan.
2. Ini adalah daerah bebas parkir.
3. Di sini tempat pendafaran buta huruf.

Ketiga kalimat di atas salah nalar. Kalimat pertama jelas tidak masuk akal. Secara akal sehat, tidak ada manusia yang memakan pohonan sebab pengertian pohonan adalah keseluruhan pohon dari akar dan batang hingga daun. Kata pohonan juga dapat dimaknai banyak pohon. Meskipun secara struktur kalimatnya benar karena ada subjek, predikat, dan objek, tapi secara nalar tidak masuk akal. Kalimat kedua dan ketiga juga tidak tepat. Pengertian bebas parkir harusnya sama dengan bebas narkoba, bebas becak, dan bebas bea yang artinya daerah tersebut tidak ada lagi narkoba, becak, atau pungutan. Tapi arti bebas parkir mengapa jadi boleh parkir tanpa bayar. Kalimat ketiga maksudnya bagi yang buta huruf agar mendafar di tempat ini untuk mendapatkan pengajaran. Pengertian pada kalimat di atas adalah orang mendafarkan diri agar jadi buta huruf.
Perbaikan kalimat-kalimat di atas, yaitu:
1. Anak-anak itu sedang asyik mengumpulkan pohonan.
2. Ini adalah daerah boleh parkir bebas atau parkir gratis.
3. Di sini tempat pendafaran kursus paket A bagi yang buta huruf.

Kalimat yang baik juga harus mengandung pengertian yang jelas, tidak membingungkan serta tidak menimbulkan penafsiran ganda atau ambigu. Tidak sedikit pula kita temui kalimat-kalimat yang diucapkan oleh penutur bahasa mengandung pengertian ganda. Kalimat ini selain dapat membingungkan juga menimbulkan respons atau tanggapan yang tak sesuai karena tidak tersampaikannya pesan secara benar.
Contoh:
1. Saya melihat kelakuan anak itu bingung.
2. Mereka mengantar iring-iringan jenazah ke kuburan.
3. Semua mahasiswa fakultas yang baru agar berkumpul di ruang senat.

Ketiga kalimat di atas bermakna ganda. Kalimat pertama mengandung dua pengertian, dapat anak yang bingung atau saya yang bingung. Jika anak yang bingung, kata bingung harus mendapatkan imbuhan ke--an menjadi kebingungan. Jika saya yang bingung, kata bingung harus berada setelah kata saya. Perbaikannya ada dua varian, yaitu:
1a. Saya bingung melihat kelakuan anak itu.
1b. Saya melihat anak itu kebingungan.

Kalimat kedua bermakna jenazah yang diantar banyak. Frasa iring-iringan jenazah mengandung pengertian jamak. Jadi pengertian kalimat kedua adalah mereka mengantarkan banyak jenazah ke kuburan. Apa benar? Sebenarnya maksudnya kata iring-iringan bukan ditujukan pada jenazah, tapi para pengiringnya sehingga makna sebenarnya adalah mereka mengantar para pengiring jenazah ke kuburan. Dan lebih jelas lagi jika kata mengantar dihilangkan. Perbaikannya ialah sebagai berikut:
2a. Mereka mengantar jenazah ke kuburan.
2b. Mereka mengiringi jenazah ke kuburan.

Kalimat ketiga dapat menimbulkan salah pengertian karena yang dimaksud adalah mahasiswa baru atau mahasiswa fakultas yang baru. Predikat baru ditujukan kepada mahasiswa atau pada fakultasnya.
Perbaikannya ada dua varian, yaitu:
3a. Semua mahasiswa baru di fakultas itu agar berkumpul di ruang senat.
Atau
3b. Semua mahasiswa pada fakultas yang baru itu agar berkumpul di ruang senat.

B. Kalimat yang Komunikatif, tetapi tidak Cermat
Dalam proses komunikasi sering kita temui kalimat yang ditulis atau diucapkan tidak terlalu mengindahkan tata bahasa atau gramatikal. Artinya, kemungkinan dalam penyusunan kalimat banyak terjadi kesalahan atau kurang cermat, namun dapat dipahami karena memang sudah terbiasa didengar atau diucapkan. Namun, tetap saja ketidakcermatan penyusunan kalimat tidak menjamin terjadinya komunikasi yang efektif. Oleh sebab itu,kita harus memahami kriteria kalimat yang kurang cermat. Ketidakcermatan kalimat dapat ditinjau dari beberapa segi berikut.

1. Ketidaklengkapan unsur-unsurnya
Sebuah kalimat jika tidak lengkap unsur-unsurnya apalagi unsur tersebut seharusnya ada menjadi tidak berarti. Di dalam kalimat, terdapat minimal dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Kalimat yang
seharusnya memiliki unsur jabatan tersebut lalu secara tersurat tak terungkap membuat kalimat menjadi rancu.
Contoh:
a. Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja menjadikan bertambahnya para pengunjung perpustakaan sekolah.
(Kalimat ini tidak menjelaskan siapa yang melengkapi perpustakaan. Artinya, kalimat ini tidak menyertakan siapa pelakunya atau subjek kalimatnya.)
b. Dengan bersemangat Pak guru menceritakan kepada anak-anak muridnya agar mereka dapat mengambil hikmah.
(Kalimat ini tidak lengkap pada objeknya. Hal apa yang diceritakan oleh pelaku tidak tertera atau dielaskan. Jika pun strukturnya dipertahankan, supaya tidak rancu, kata menceritakan yang Merupakan verba transitif diubah menjadi intransitif bercerita)
Perbaikan kalimatnya ialah:
a. Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja oleh kepala sekolah menjadikan bertambahnya para pengunjung perpustakaan sekolah.
b. Dengan bersemangat Pak guru bercerita kepada murid-muridnya agar mereka dapat mengambil hikmah.

2. Ketidaktepatan penempatan unsur-unsurnya
Kalimat yang tidak tepat kedudukan unsur-unsurnya membuat kalimat tersebut tidak dapatdipahami atau sulit dimengerti.
Contoh:
a. Petani sebelum ada kebiakan impor gula dari pemerintah, tidak pernah mengalami kerugianhingga puluhan juta rupiah.
b. Setelah ia dan istrinya mendapat teror terus-menerus, segera melapor kepada pihak kepolisian.

Kedua kalimat ini terasa janggal karena ada ketidaktepatan penempatan salah satu unsurkalimatnya. Jika diperhatikan, kesalahan ada pada kata petani yang seharusnya diletakkan setelah klausa keterangan sebelum ada kebiakan impor gula dari pemerintah. Begitu pula dengan kalimat kedua, kata atau subjek ia dan istrinya seharusnya diletakkan pada kalimat induk segera melaporkankepada pihak kepolisian. Perhatikanlah perbaikannya berikut ini.
a. Sebelum ada kebiakan impor gula dari pemerintah, petani tidak pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
b. Setelah mendapat teror terus-menerus, ia dan istrinya segera melapor kepada pihak kepolisian.
Perhatikan kembali contoh berikut:
c. Selanjutnya saya akan berikan kekurangannya setelah pekerjaan selesai.
d. Jadi, kita harus sukseskan pilkada tahun ini.
Kedua kalimat ini juga janggal. Keterangan aspek seperti akan, belum, telah, masih, sedang, dan sebagainya tidak boleh disisipkan pada kata kerja pasif yang berupa ikatan erat antara subjek kata kerjanya.
Perhatikan perbaikannya berikut ini:
c. Selanjutnya akan saya berikan kekurangannya setelah pekerjaan selesai.
d. Jadi, harus kita sukseskan pilkada tahun ini.

3. Penggunaan unsur-unsur kalimat yang berlebihan
Ketidakcermatan kalimat juga dapat dilihat dari penggunaan unsur kalimat yang berlebihan. Unsur yang berlebihan itu dapat berupa penggunaan kata yang sama artinya atau pemakaian kata tugas yang tidak perlu.
Contoh:
a. Para ibu-ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.
b. Di dalam tubuhnya terdapat banyak virus-virus yang membahayakan.
c. Remaja harus mengetahui akan bahaya narkoba.
d. Bagi siswa yang mengisi acara pensi harap segera menghubungi panitia.
Kalimat pertama dan kedua berlebihan dalam hal pemakaian kata para dan banyak yang menunjukkan makna jamak. Maka, kata berikutnya tidak perlu diulang. Kalimat ketiga dan keempat tidak perlu memakai kata tugas akan dan bagi. Jadi, kalimat yang benar ialah:
a. Para ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.
b. Di dalam tubuhnya terdapat banyak virus yang membahayakan.
c. Remaja harus mengetahui bahaya narkoba.
d. Siswa yang mengisi acara pensi harap segera menghubungi panitia.

4. Pilihan kata tidak tepat
Ketidakefektifan atau ketidakcermatan penyusunan kalimat juga dapat disebabkan karena pilihan kata tidak tepat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau pengaruh bahasa asing. Selain itu, ketidakpahaman terhadap arti sebuah kata menyebabkan penggunaan kata tersebut tidak tepat.
Contoh:
a. Kepada yang pernah ke gunung ini pasti akan merasakan dinginnya udara di sini.
b. Kenikmatan mie buatannya menggemparkan warga sekitarnya.
c. Rumahnya besar sendiri dibandingkan rumah-rumah tetangganya.
Kalimat pertama terdapat ketidakcocokan antara kata pernah dan akan. Kata pernah menunjukkan sudah dilakukan, bertentangan dengan kata akan yang baru atau belum dialami. Seharusnya kata akan diganti dengan sudah. Kata depan kepada juga sebaiknya dihilangkan.
Kalimat kedua ketidaktepatan pada kata menggemparkan. Kata ini Berkonotasi negatif yang berartimembuat panik. Padahal kenikmatan adalah suatu kesenangan dan dalam hal ini berkaitan dengan urusan rasa. Maka, frasa yang tepat adalah membuat takjub. Kalimat ketiga kata besar sendiri dipengaruhi bahasa daerah gede dewe, yang tepat adalah paling besar. Jadi, perbaikannya.
a. Mereka yang pernah ke gunung ini pasti sudah merasakan dinginnya udara di sini.
b. Kenikmatan mie buatannya membuat takjub warga sekitarnya.
c. Rumahnya paling besar dibandingkan dengan rumah-rumah tetangganya.

C. Kalimat yang Cermat, tetapi tidak Komunikatif
Kalimat yang disampaikan oleh pembicara secara lisan atau penulis secara tertulis mungkin saja telah sesuai dengan kaidah bahasa, namun jika penyampaiannya tidak lugas dan padat, dapat menyulitkan komunikan untuk memahaminya. Sebuah kalimat dapat saja penyusunannya sudah
cermat tapi tidak komunikatif. Hal ini dapat terjadi karena hal-hal berikut ini.

1. Kalimat terlalu luas atau berbentuk kalimat majemuk kompleks.
Kalimat yang terlalu luas atau panjang dapat mengaburkan maksud yang sebenarnya dari kalimat tersebut. Meskipun penyusunannya tidak menyalahi kaidah gramatikal, namun karena kata yang dipergunakan banyak dan bercabang, dapat menyebabkan pesan yang dikandungnya jadi tidak dapat ditangkap secara utuh.
- Karena dalam kurikulum itu bidang studi Bahasa Indonesia mendapat tempat yang teratas berdasarkan alokasi waktu yang disediakan untuk pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu 8 jam pelajaran seminggu, sedangkan untuk bidang studi yang lain berkisar dari 2 sampai dengan 6 jam seminggu, pelajaran Bahasa Indonesia dianggap sangat penting dalam rangka mencapai pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, yaitu untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan.
- Bahasa Indonesia yang oleh Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 diakui sebagai bahasa nasional dipakai di seluruh Indonesia, di daerah-daerah yang berbeda-beda latar belakang kebahasaan, kebudayaan, kesukuan, dan di dalam lapisan masyarakat yang berbeda-beda pula latar belakang pendidikannya.
Dua contoh kalimat di atas merupakan kalimat luas atau panjang karena terdapat klausa-klausa perluasan subjek dan predikat. Uraian kalimat yang terlalu luas itu sulit dicerna jika disampaikan secara lisan, dan juga harus dibaca lebih dari sekali untuk memahaminya dalam bentuk tulisan. Kalimat dapat diperpendek agar lebih mudah dan cepat dipahami dalam bentuk berikut ini.
- Dalam kurikulum itu, bidang studi Bahasa Indonesia mendapat tempat teratas, yaitu 8 jam pelajaran seminggu, sedangkan untuk bidang studi yang lain berkisar 2 sampai 6 jam seminggu. Karena itu, pelajaran Bahasa Indonesia dianggap penting dalam rangka mencapai pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, yaitu untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan,keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan.
- Bahasa Indonesia yang dalam sumpah Pemuda telah diakui sebagai bahasa nasional dipakai di seluruh Indonesia yang memiliki keragaman bahasa, budaya, suku, dan lapisan masyarakat yang berbeda-beda latar belakang pendidikannya.

2. Kalimat yang terperinci namun pengertiannya secara umum sudah diketahui
Kalimat yang cenderung panjang kemungkinan dibebani dengan penjelasan yang harus terperinci. Namun, adakalanya kalimat dapat panjang karena menggunakan keterangan yang tidak perlu. Keterangan tersebut secara umum sudah diketahui oleh pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, penjelasan tersebut dapat diganti dengan kata yang sepadan tetapi lebih hemat.
Contoh:
a. Hari ini, Rudi menggunakan baju dengan kerah pendek yang biasa orang pakai untuk salat di masjid.
b. Andi memasukkan angin ke dalam ban sepeda agar ban itu kembali dapat dialankan.
Kalimat diatas terlalu panjang dan tidak efektif. Kedua kalimat di atas dapat diganti dengan kalimat berikut.
a. Hari ini, Rudi memakai baju koko.
b. Andi memompa ban sepedanya agar dapat jalan lagi.

3. Kalimat tidak logis
Kalimat yang disampaikan secara cermat juga dapat tidak komunikatif karena tidak logis. Kalimat seperti ini dapat menyebabkan salah penafsiran sehingga menimbulkan pemahaman dan tanggapan yang berbeda.
Contoh:
a. Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, selesailah karya tulis ini.
b. Pemenang terbaik ke-2 akan mendapatkan voucher belanja seharga 2 juta rupiah.
Kalimat pertama memang tidak logis karena tidak mungkin dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat membuat karya tulis selesai. Kalimat kedua tidak logisnya pada kata terbaik. Makna kata terbaik adalah paling baik, jadi tidak ada terbaik kedua. Kalimat di atas
dapat diperbaiki menjadi:
a. Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena karya tulis ini dapat penulis selesaikan. Atau Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
b. Pemenang ke-2 akan mendapatkan voucher belanja seharga 2 juta rupiah.

C. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun
Dalam komunikasi, bukan hanya penyampaian kalimat yang efektif dan komunikatif yang harus diperhatikan, tetapi juga kesantunan dalam berbahasa. Kalimat yang santun lebih ditujukan untuk penghormatan kepada mitra bicara atau komunikan. Penyampaian kalimat memang harus tetap efektif, cermat, dan komunikatif juga bernilai rasa bagus dan santun. Untuk menyampaikan kalimat yang santun, harus dipertimbangkan pula penggunaan kosakata baku dan pilihan kata yang sewajarnya serta tidak berkonotasikurang baik. Dengan kalimat yang efektif dan santun, tanggapan yang muncul dari mitra komunikasi juga akan berkesan baik.
Perhatikanlah contoh kalimat di bawah ini.
1a. Agar kami dapat memberikan nilai pada pekerjaan Saudara, kami perlu data pribadi Saudara.
Bandingkan dengan:
1b. Agar kami dapat mengevaluasi pekerjaan Saudara, kami membutuhkan data pribadi Saudara.

2a. Yang kami tahu selama ini, belum ada siswa yang dikeluarkan karena kasus narkoba.
Bandingkan dengan:
2b. Sepengetahuan kami, belum ada siswa yang dikeluarkan karena kasus narkoba.

3a. Setelah membaca surat Saudara tertanggal 4 Juli 2007 dengan nomor surat 122/PC-3/2007, maka kami kirimkan surat balasan...
Bandingkan dengan:
3b. Menjawab surat Saudara tertanggal 4 Juli 2007, Nomor 122/PC-03/2007, kami sampaikan bahwa...

4a. Untuk menyambut tamu yang kita hormati, kami harap hadirin berdiri.
Bandingkan dengan:
4b. Untuk menyambut tamu kehormatan kita, kami mohon kesediaan hadirin untuk berdiri.

5a. Kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian kami tersebut.
Bandingkan dengan:
5b. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian kami tersebut.
Kalimat b lebih terasa santun daripada kalimat a.

UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!

1. Subjek kalimat ‘’Tingkat risiko bank-bank yang bergerak dalam retail banking relatif lebih rendah” adalah
a. bank-bank
b. bank-bank yang bergerak dalam retail banking
c. retail banking
d. tingkat risiko bank-bank yang bergerk dalam retail banking
e. retail banking relatif

2. Prospek bisnis kartu kredit di Indonesia sangat baik.
Predikat kalimat di atas adalah
a. kartu kredit
b. prospek
c. bisnis
d. sangat baik
e. di Indonesia

3. Kalimat yang efektif di bawah ini adalah
a. Hasil dari pertemuan itu harus segera dirumuskan.
b. Hasil daripada pertemua itu harus segera dirumuskan.
c. Hasil pertemuan itu harus segera dirumuskan.
d. Hasilnya dari pertemuan itu harus segera dirumuskan.
e. Hasil pada pertemuan itu harus dirumuskan.

4. Contoh kalimat yang memiliki subjek yang jelas adalah
a. Pada pertemuan itu dihadiri oleh istri gubernur.
b. Pelajaran itu harus tahu menjabarkannya sendiri.
c. Bagi semua supir harus memiliki SIM.
d. Mensesneg menetapkan perubahan jam kerja.
e. Dari jadwal itu kelihatan kapan berangkatnya.

5. Contoh kalimat yang memiliki predikat yang jelas adalah
a. Persoalan yang sudah berada di tangan polisi.
b. Beberapa perusahaan melanggar peraturan.
c. Harga mobil yang sudah dinaikkan.
d. Perusahaan yang berkembang pesat itu.
e. Yang sudah dikerjakan dengan baik.

6. Inti kalimat “Gubernur DKI Jakarta sudah berbagi kelonggaran kepada pedagang kaki lima di pinggir jalan atau tempat-tempat lain di lima wilayah kota pada bulan puasa.” adalah
a. gubernur DKI Jakarta
b. gubernur memberi kelonggaran
c. gubernur memberi kelonggaran kepada pedagang
d. gubernur kelonggaran kepada pedagang kaki lima
e. DKI memberikan gubernur kelonggaran pedagang

7. Pola kalimat “Mangga arumanis mengeluarkan aroma yang sangat harum,” sama dengan pola pada kalimat
a. Lahan-lahan yang kurang produktif dimanfaatkan sebagai perkebunan mangga.
b. Negara tujuan ekspor mangga arumanis adalah Jepang.
c. Populasi mangga arumanis di Indramayu cukup besar.
d. Semua pedagang menjua mangga arumanis berwarna hijau.
e. Mangga arumanis berdaging banyak.

8. Struktur kalimat berikut yang tidak baik dan tidak benar adalah
a. Dalam makalah ini membicarakan tentang kenaikan harga mobil baru.
b. Makalah ini membicarakan tentang kenaikan harga mobil baru.
c. Makalah ini berbicara tentang kenaikan harga mobil baru.
d. Dalam makalah dibicarakan kenaikan harga mobil baru.
e. Kenaikan harga mobil baru dibicarakan dalam makalah.

9. Sruktur kalimat berikut yang benar menurut kaidah bahasa adalah
a. Meskipun saya belum mempunyai pengalaman, namun saya akan berusaha bekerja sebaik baiknya.
b. Meskipun belum mempunyai pengalaman, saya akan berusaha bekerja sebaik-baiknya.
c. Meskipun saya belum mempunyai pengalaman, tetapi saya akan berusaha bekerja sebaik-baiknya.
d. Meskipun saya belum mempunyai pengalaman, akan tetapi saya akan berusaha bekerja sebaik-baiknya.
e. Meskipun belum mempunyai pengalaman, tapi akan berusaha bekerja sebaik-baiknya.

10. Manakahdi antara kalimat berikut yang paling efektif?
a. Sidang umum majelis itu telah berjalan lancar sesuai dengan kehendak rakyat.
b. Sidang umum dari majelis itu telah berjalan dengan lancar sesuai dengan kehendak rakyat.
c. Sidang umum majelis itu telah berjalan dengan lancar sesuai menurut kehendak rakyat.
d. Sidang umum majelis ini telah berjalan dengan lancar sesuai daripada kehendak rakyat.
e. Sidang umum majelis ini telah berjalan demikian lancar sesuai dengan kehendak rakyat.

11. Manakah kalimat berikut yang baik dan benar?
a. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu bebas parkir.
b. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu gratis.
c. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu bebas.
d. Bebas parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu.
e. Di halaman toko swalayan yang ramai itu ada parkir bebas.

12.Kalimat yang paling tidak efektif adalah
a. Hambatan yang ditemui ada kurangnya tenaga terampil.
b. Hambatan yang ditemui yaitu kurangnya tenaga terampil.
c. Hambatan yang ditemui yakni kurangnya tenaga terampil.
d. Hambatan yang ditemui ialah kurangnya tenaga terampil.
e. Hambatan yang ditemui adalah kurangnya tenaga terampil.

13. Kalimat yang paling efektif di bawah ini adalah
a. Pengemudi diminta menaati marka jalan.
b. Kepada pengemudi diminta agar menaati marka jalan.
c. Kepada para pengemudi diminta agar taat akan marka jalan.
d. Pengemudi dimintakan ketaatannya akan marka jalan.
e. Pengemudi dimintai ketaatannya kepada marka jalan.

14. Kepada Bapak Rektor, waktu dan tempat kami persilahkan untuk ...
Kalimat di atas terasa rancu. Cara perbaikannya
a. kata kepada dihilangkan
b. kata waktu dan tempat dihilangkan
c. kata Bapak dihilangkan
d. kata kepada diganti dengan untuk
e. tempat dihilangkan

15. Kalimat di bawah ini tidak logis, kecuali
a. Rumah yang di sebelah itu mau dikontrakkannya.
b. Ia mau mengontrakkan rumah yang sebelah ini.
c. Ia pasti penyanyi karena buku musiknya banyak.
d. Karena senang menyanyi, suaranya merdu.
e. Selamat datang di tempat yang berbahagia ini.

16. Bersama ini kami sampaikan bahwa untuk pembelian beberapa produk kami, kami berikan potongan istimewa.
Agar kalimat itu menjadi efektif, perbaikannya adalah
a. Bersama ini kami kabarkan bahwa untuk pembelian beberapa produk kami ada potongan istimewa.
b. Bersama dengan ini kami sampaikan potongan istimewa bagi pembeli produk kami.
c. Bersama ini kami berikan potongan istimewa untuk pembelian produk kami.
d. Dengan ini kami beri tahukan bahwa untuk pembelian beberapa produk kami ada potongan istimewa.
e. Untuk pembelian bersama-sama produk kami, kami beri potongan istimewa.

17. Kalimat di bawah ini yang efektif ialah
a. Bu Rini mengajr bahasa Indonesia di kelas kami.
b. Gadis yang berkebaya warna merah jambu itu.
c. Indonesia berhasil memenangi pertandingan final Piala Thomas.
d. Kami akan menanami padi di sawah ini minggu depan.
e. Mereka akan menyaksikan pertandingan sepakbola antara Jerman melawan Inggris secara langsung.

18. Kalimat yang benar adalah
a. Pengembalian uang nasabah akan bergantung pada jumlah nilai harta perusahaan itu setelah dilelang.
b. Hukum akan diatuhkan oleh hakim setelah istirahat.
c. Kasus ini dialami pula oleh bank-bank swasta lain jika tidak berhati-hati.
d. Bengkel raksasa itu akan dibuka Presiden SBY setelah dirapikan bagian atasnya.
e. Perwakilan daripada negara-negara berkembang akan segera berkumpul.

19. Industri perbankan di Indonesia berkembang dengan pesat sejak Kebiakan deregulasi sektor keuangan mulai tahun 1983. Agar kalimat ini efektif, kata yang harus dihilangkan adalah kata
a. pesat d. tahun
b. sektor e. dengan
c. mulai
20. Pembangunan itu untuk menyejahterakan masyarakat.
Kalimat itu tidak lengkap karena
a. tidak ada subjeknya
b. tidak ada objeknya
c. tidak ada predikatnya
d. tidak ada pelengkapnya
e. tidak ada keterangannya

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Perbaikilah kalimat ini agar menjadi benar!
a. Pada kesempatan yang berbahagia ini, mari kita bersulang.
b. Di sini adalah tempat pendafaran tinja.
2. Buatlah contoh kalimat yang komunikatif tetapi tidak cermat!
3. Buatlah contoh kalimat yang cermat tetapi tidak komunikatif!
4. Apa syarat sebuah kalimat yang banar?
5. Hal apa saja yang menyebabkan kalimat tidak komunikatif?
6. Hal apa saja yang menyebabkan kalimat tidak cermat?
7. Buatlah dua kalimat yang santun!
8. Buatlah dua kalimat yang tidak logis kemudian jelaskan ketidaklogisannya!
9. Buatlah contoh kalimat yang pilihan katanya tidak tepat!
10.Mengapa kalimat harus efektif dan komunikatif?













































Tekanan, Intonasi, Nada, Irama, dan Jeda

A. Tekanan, Intonasi, Nada, Irama, dan Jeda

Pada pelajaran–pelajaran terdahulu telah dibahas mengenai unsur bunyi, lafal, intonasi, dan jeda. Pada bab ini akan disinggung kembali tentang lafal, intonasi, nada, irama, dan jeda yang berkaitan dengan cara menggunakan kalimat dengan jelas ,lancar, bernalar, dan wajar. Penggunaan kalimat secara lisan dituntut kejelasan dan kelancaran. Jelas dalam pengucapan dan lancar dalam penyampaian. Untuk membuat kalimat menjadi jelas dan lancar sehingga dapat dipahami dengan baik oleh pendengar, perlu dicermati cara pengucapan kalimat berdasarkan tekanan, intonasi, nada, irama, dan jeda yang tepat. Tekanan berhubungan dengan keras lembutnya ucapan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan bagian kalimat yang ditonjolkan atau dipentingkan. Pengucapannya dapat didukung oleh ekspresi atau mimik wajah yang serius
Contoh :
- Dia telah pergi ke luar negeri kemarin.
(yang dipentingkan adalah aspek waktu kemarin bukan sekarang atau besok)
- Dia telah pergi ke luar negeri kemarin.
(yang dipentingkan adalah aspek tempat ke luar negeri, bukan ke tempat yang lain)
- Dia telah pergi ke luar negeri kemarin.
(yang dipentingkan adalah aspek predikat, yaitu telah pergi bukan baru tiba atau pulang)
- Dia telah pergi ke luar negeri kemarin.
(yang pentingkan adalah aspek pelaku, yaitu dia bukan saya atau Anda)
Intonasi berkaitan dengan naik-turunnya pengucapan kalimat. Intonasi ditandai dengan lambang titinada 1, 2, 3, dan 4. Angka 1 menunjukkan titinada terendah dan angka 4 menunjukkan titinada tertinggi. Satu kalimat dapat diungkapkan dalam beberapa maksud sesuai dengan intonasi pengucapannya.
Contoh :
- Pulang. (memberi tahu, intonasi datar)
Misalnya jawaban atas pertanyaan kemana dia?
- Pulang? (bertanya, intonasi menaik di suku akhir)
- Pulang! (perintah,intonasi menaik dan panjang)
Penggunaan irama berkaitan dengan panjang pendeknya pengucapan. Irama berhubungan dengan tempo bicara. Tempo bicara juga dapat ditentukan oleh suasana hati pembicara. Tempo bicara yang cepat sering menandakan suasana hati yang riang atau serius namun dapat juga suasana marah. Tempo diperlambat saat menegaskan suatu hal yang dianggap penting, sedangkan tempo pengucapan yang pendek atau terpatah-patah mengesankan suasana panik atau gugup. Pengucapan dengan irama akhir yang panjang biasanya digunakan untuk kalimat interjeksi atau seruan, seperti memanggil, takjub, keheranan, atau kesakitan termasuk juga ucapan pertanyaan dengan nada kaget atau tidak yakin.
Penggunaan intonasi,nada, dan irama yang bervariasi terjadi pada percakapan atau dialog, seperti percakapan lewat pesawat telepon yang tidak berhadapan dan tidak melihat langsung pembicaranya. Saat bicara, intonasi menjadi hal yang penting untuk menyampaikan maksud perkataan. Demikian pula dalam dialog drama, pengucapan kalimat selalu didukung oleh tekanan, intonasi, nada, dan irama yang tepat selain ekspresi dan gerakan sehingga dialog hidup dan dipahami oleh penontonnya.
Di samping tekanan, intonasi, nada, dan irama, unsur suprasegmental yang perlu diperhatikan dalam berbicara khususnya pengucapan kalimat ialah jeda atau penghentian. Jeda berfungsi menandakan batasan kalimat. Dalam tulisan, jeda ditandai dengan spasi atau tanda baca titik (.), koma
(,), garis miring (/), atau tanda pagar (#). Jeda juga dapat digunakan untuk membuat sebuah kalimat panjang menjadi dua kalimat pendek tanpa mengubah pengertian.
Contoh :
- Perampokan serta pembunuhan terjadi di rumah seorang pengusaha karpet yang membuat gempar penduduk sekitarnya.
- Perampokan serta pembunuhan terjadi di rumah seorang pengusaha karpet. Kejadian itu membuat gempar penduduk sekitarnya.

Dalam bahasa lisan,aspek yang menjadi unsur gramatikal cenderung tersirat. Faktor pendukung yang digunakan adalah pola tekanan, intonasi, nada, irama,dan jeda selain ekspresi dan gerakan. Penggunaan tekanan, intonasi, nada, irama, dan jeda yang tepat membuat kalimat yang diucapkan mudah dipahami serta terhindar dari kesalahpahaman atau salah nalar. Pengucapan kalimat dengan tekanan, intonasi, nada, dan irama serta jeda yang tepat sesuai maksud yang ingin diungkapkan membuat kalimat menjadi jelas, lancar, bernalar, dan wajar.


UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!

1. Di bawah ini yang termasuk intonasi kalimat memberi tahu ialah
a. pulang d. pulang
b. pulang e. Λ___
pulang
c. pulang

2. Biasanya pengunaan kalimat dengan menggunakan tekanan karena
a. lawan bicara tidak mengerti maksudnya
b. hanya sebuah ekspresi pembicara saja
c. mementingkan kata-kata yang disingkat
d. supaya bervariasi
e. kata itu pokok kalimat

3. Bentuk pengucapan kata atau kalimat dalam dialog drama banyak
Ditentukan oleh
a. irama d. frasa
b. aksen e. jeda
c. nalar

4. Yang disebut dengan tekanan dalam ilmu tata bunyi ialah
a. tempo d. aksen
b. ritual e. segmental
c. irama

5. Di bawah ini adalah hal-hal yang penting dalam kalimat untuk menunjukkan kata atau kelompok kata supaya mendapatkan perhatian dan pengertian khusus ialah
a. aksen, nalar
b. tekanan, intonasi, danmnada
c. frasa dan tekanan
d. jeda
e. segmental

6. Ciri intonasi dalam kalimat bertanya ialah
a. pengucapan suku kata panjang dan menaik
b. menaik di saat pengucapan suku kata terakhir
c. menurun di saat pengucapan dengan tekanan akhir kata
d. pengucapan suku awal dan akhir menaik
e. pengucapan suku awal dan akhirmenurun

7. Penggambungan antara jeda, nada, dan tekanan ialah
a. tempo d. intonasi
b. ritme e. aksen
c. irama

8. Lafal Indonesia yang dipengaruhi bahasa daerah disebut
a. laras d. warna
b. dialek e. kelas
c. ragam

9. Kalimat yang mempunyai panjang pendeknya tekanan disebut
a. irama d. irama
b. tempo e. intonasi
c. aksen

10. Di bawah ini adalah kata lafal yang dipengaruhi dari daerah Betawi, kecuali
a. ane untuk saya
b. ape untuk apa
c. ke mane untuk ke mana
d. mBogor untuk Bogor
e. dimari untuk di sini

11. Kata lafal yang dipengaruhi daerah Tapanuli adalah
a. berapa menjadi bara
b. senang menjadi senang
c. ingin menjadi pengen
d. seperti menjadi kayaknya
e. telur menjadi telor

12. Unsur kata asing yang lafal dan ejaannya telah diserap di bawah ini, kecuali
a.apotek ---- apotik
b.percentage ---- persentase
c.ambulance ---- ambulans
d.contingent ---- kontingen
e.complex ----- kompleks

13. Kata yang tidak sesuai dengan lafal baku dalam kalimat berikut ini, kecuali
a. Kita nonton pilem itu yuk!
b. Ibu pergi ke pasar pagi kemaren.
c. Ke mane orang-orang pergi.
d. Tiap hari ia makan dengan nasi dan telor dadar.
e. Kami menyeberang sungai itu malam-malam.

14. Penanda tekanan pada kalimat di bawah ini yang benar adalah
a.Dia sudah pulang. d.Angkat kayu itu!
b.Siapa anak itu? e.Ia lulus ujian.
c.Siapa bilang...?

15. Nenek senang sekali makan jengkol. Kata yang lafalnya sama dengan Jengkol ialah
a. kacau d. loyo
b. limau e. solo
c. tolong
16. Kita break sebentar untuk mengatur strategi.
Kata yang sepadan dengan kata break di atas adalah...
a. duduk d. finis
b. istirahat e. kompak
c.stop
17. Keberhasilan perusahaan terletak pada manajemen yang baik. Kata yang sepadan dengan kata manajemen adalah
a. organisasi d. keuangan
b. struktur e. etos kerja
c. pengelolaan

18. Ia berhasil mencapai sarjana karena ditunjang oleh ketekunan dan finansial yang mapan.
Kata finansial berarti
a. organisasi d. keuangan
b. struktur e. Etos kerja
c. pengelolaan

19. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi adalah berikut ini kecuali
a. suasananpuisi d. rima
b. pengulangan kata e. Kata bermakna luas
c. bagian sampiran

20. Unsur serapan yang penulisan dan pelafalannya tidak berubah sesuai aslinya ialah
a. cofe break d. go public
b. shutle cock e. ratio
c. dealer

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan b enar!
1. Bacalah surat pengumuman di atas!
2. Sebutkan isi dari pengumuman di atas!
3. Dari dan untuk siapakah surat pengumuman itu ditujukan?
4. Tuliskan kata pengumuman dan pola intonasi atau tekanannya menurut kalian!
5. Dalam pengumuman tersebut, sebutkan kata-kata apa sajakah yang mendapatkan aksen!
6. Sebutkan beberapa hal yang termasuk aksen atau intonasi!
7. Apa saja simbol yang menandakan jeda?
8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan membaca indah!
9. Sebutkan perbedaan antara membaca deklamasi dan membaca puisi!
10. Simbol apa sajakah yang menandakan jeda?





KARANGAN




A. Perencanaan Membuat Karangan
1. Tema dan Topik Karangan
Sebelum melakukan penulisan, setiap orang pasti sudah memikirkan apa yang ingin ditulisnya. Tentu hal-hal yang akan ditulis berhubungan dengan segala yang telah diketahui. Jika hal tersebut merupakan hal yang baru, maka setidaknya ia akan mengaitkan hal yang ingin ditulis dan hal yang telah diketahuinya atau ia akan mengumpulkan bahan-bahan informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang ingin ditulis.Apa yang ingin ditulis sebelum seseorang menulis karangan merupakan sesuatu yang menjadi dasar atau pedoman dalam menulis atau mengembangkan karangannya. Sesuatu yang ingin ditulis itu merupakan sebuah ide atau gagasan yang merupakan piakan dasar mengenai apa karangan tersebut. Hal yang menjadi dasar karangan itu disebut dengan tema. Tema memang merupakan unsur terpenting yang harus ada sebelum mengarang. Dalam banyak teori mengarang, menentukan tema karangan merupakan langkah pertama dalam merencanakan membuat karangan.Setelah menentukan hal yang ingin ditulis, langkah selanjutnya adalah memerinci tema karangan menjadi pokok-pokok pikiran yang lebih khusus. Pokok-pokok pikiran ini menjabarkan tema karangan. Pokok-pokok pikiran itu disebut dengan topik karangan atau gagasan pokok. Topik-topik ini disusun dan dirumuskan untuk masing-masing dikembangkan
menjadi paragraf-paragraf. Topik yang masih umum dapat diabarkan lebih terperinci lagi menjadi subtopik. Semua unsur itu disusun secara vertikal. Susunan ini disebut dengan kerangka karangan.
Contoh Kerangka Karangan :
Kemacetan Lalu Lintas di DKI
→ - Kemacetan lalu lintas terjadi setiap hari
→ - Penyebab kemacetan lalu lintas
a. volume kendaraan makin bertambah
b. ruas jalan makin sempit
c. banyaknya PKL yang memakai badan jalan
→ - Upaya mengatasi kemacetan lalu lintas
a. penambahan ruas jalan dengan dibangun fy over
b. penertiban PKL
c. dioperasikannya busway
→ - Kerja sama aparat polisi dan masyarakat
a. tanggung jawab para petugas polantas
b. kesadaran pemakai jalan

2. Tujuan
Selain menetapkan tema dan menyusun topik karangan, penulis juga harus merumuskan tujuan. Tujuan karangan merupakan maksud penulis atau pengarang dalam mengarang. Tujuan dapat berkaitan dengan bentuk karangan yang akan dibuat. Banyak hal yang dapat diadikan tujuan, misalnya tujuan memberi informasi kepada pembaca, bentuk karangannya bersifat ekspositoris. Tujuan menggugah dan menghimbau, karangannya dapat berjenis persuasi dan sebagainya.
Contoh tujuan pada karangan berbentuk narasi:
Tema : Kisah usaha seorang kakak untuk membelikan adiknya boneka dari hasil menyemir sepatu.
Tujuan : Menggugah simpati pembaca untuk ikut memikirkan betapa susahnya hidup orang tak mampu tapi tetap menyayangi saudaranya.
Contoh tujuan pada karangan argumentasi:
Tema : Bahaya kecanduan rokok
Tujuan : Menggugah orang yang terbiasa merokok agar mengurangi kebiasaan merokok
3. Judul
Setiap tulisan atau karangan selalu mempunyai judul. Judul di dalam sebuah karangan merupakan unsur yang penting. Seringkali seorang ingin membaca sebuah karangan karena judulnya menarik. Oleh sebab itu, dalam menentukan judul, diusahakan judul karangan enak dibaca, mudah diucapkan, dan mudah diingat.Judul sebuah karangan tidak perlu panjang. Judul yang terlalu panjang membuat pembaca sulit mengingatnya. Judul yang dibuat atau dipilih harus memiliki daya tarik untuk mendorong orang membaca karangan tersebut.
Judul dapat berbentuk pertanyaan atau seruan, misalnya:
- Sudah Sukseskah Anda?
- Narkoba? No Way!
dan sebagainya

Penulisan judul harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata depan atau kata tugas yang berada di tengah. Kata tugas yang berada di awal kalimat judul ditulis dengan huruf kapital.
Contoh hubungan antara tema, topik, tujuan, dan judul dalam
perencanaan membuat karangan:
Tema : Perpustakaan sekolah
Topik : - Perpustakaan sekolah
- Sebagai sumber belajar
- Memanfaatkan perpustakaan sekolah
- Perpustakaan sekolah sarana berkumpul
Judul : - Ngerumpi Positif di Perpus, yah !
- Menggali Ilmu di Perpustakaan
- Perpustakaan Solusi Cerdas
Tujuan : - Memotivasi siswa agar memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sarana menggali ilmu dan tempat berkumpul sesama siswa.

B. Pola Pengembangan Karangan
Semua pokok pikiran yang telah ditulis sebagai penjabaran tema dan sesuai dengan tujuan penulisan disusun serta dirumuskan menjadi kerangka karangan. Penyusunan kerangka karangan bertujuan untuk mengorganisasi tiap gagasan pokok, mana yang lebih dahulu dibahas dan mana yang kemudian dan seterusnya.
Dengan susunan kerangka karangan, penulis juga dapat mengevaluasi pokok pikiran atau gagasan yang tidak perlu sehingga harus dihilangkan serta pokok pikiran yang tumpang tindih. Pokok pikiran yang telah disusun harus saling berkaitan sesuai dengan tema yang ditetapkan.
Dari kerangka karangan, karangan dapat dikembangkan dengan sistematis. Setiap topik atau gagasan pokok yang ada dalam karangan diabarkan menjadi paragraf. Di dalam paragraf, terdapat satu pokok pikiran yang tertuang menjadi kalimat utama. Kalimat utama dapat berada di awal paragraf, dapat juga di akhir bergantung pada pola pengembangan yang dipilih. Jika berada di awal, disebut paragraf deduktif, sedangkan jika berada di akhir, disebut paragraf induktif

Contoh paragrafnya:
Arang aktif adalah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pembakaran yang mempunyai sifat tidak larut dalam air. Arang ini dapat diperoleh dari pembakaran zat-zat tertentu, seperti ampas debu, tempurung kelapa, dan tongkol jagung. Jenis arang ini banyak digunakan dalam beberapa industri pangan atau nonpangan. Industri yang menggunakan arang aktif adalah industri kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan minyak, menghilangkan yang tidak murni, dan menguapkan zat yang tidak perlu.


Contoh paragrafnya :
Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. Seminggu kemudian, seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian, polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang, mobil John. Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang tewas di Jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. Dengan demikian, John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.

Kalimat utama juga dapat berada di awal dan di akhir. Biasanya
kalimat utama di akhirnya hanya bersifat penegasan kembali apa yang
telah tertuang di awal paragraf.

Contoh paragrafnya :
Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah, sehat, dan kuat. Departemen PU sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah, tetapi kuat. Agaknya bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan gunung berapi sangat menarik perhatian para ahli. Bahan ini tahan api dan tahan air. Lagi pula, bahan perlit dapat dicetak menurut keinginan seseorang. Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha membangun rumah murah, sehat, dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.
Paragraf juga ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Setiap kalimat merupakan pikiran pokok dan masing-masing berdiri sendiri. Namun, paragraf seperti itu jarang ditemui. Paragraf seperti ini biasanya terdapat pada karangan narasi.

Contoh paragrafnya:
Pagi hari aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang rumah. Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari pagi menghangatkan badan. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. Kuhirup hawa pagi yang segar sepuas-puasku.

Di dalam paragraf, terdapat satu pokok pikiran atau gagasan utama. Yang lainnya adalah kalimat-kalimat penjelas yang menjelaskan kalimat utama. Kalimat penjelas merupakan penjabaran dari subtopik atau pikiran-pikiran penjelas. Sebelum membuat paragraf, sebaiknya dibuat dahulu
kerangka paragraf. Perhatikan contoh kerangka paragraf berikut ini!
Tahun pelajaran baru : Hari pertama di sekolah
a. mencari kelas baru
b. mencari tempat duduk baru
c. mencari teman sebangku yang baru
d. mencatat jadwal mata pelajaran yang baru

C. Menulis Berbagai Jenis Karangan

1. Karangan narasi atau cerita
Karangan narasi adalah karangan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan tindak-tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam satu kesatuan waktu.
Dalam membuat karangan jenis narasi, yang perlu diperhatikan adalah:
(1) mampu membuat ide cerita yang baru
(2) dapat menerapkan penokohan yang tepat
(3) dapat mengutarakan gaya cerita yang baik
(4) dapat menggunakan gaya bahasa yang pas
Contoh :
Malam itu Ayah kelihatan benar-benar marah. Aku sama sekali dilarang berteman dengan Syairul. Bahkan, Ayah mengatakan bahwa aku akan diantar dan diemput ke sekolah. Itu semua gara-gara Slamet yang telah memperkenal aku dengan Siti.

2. Karangan deskripsi atau penggambaran
Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang, tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan deskripsi adalah:
(1) menentukan topik atau tema karangan
(2) menetapkan tujuan
(3) mengadakan pengamatan di lokasi
(4) mengumpulkan bahan
(5) membuat kerangka karangan
(6) mengembangkan kerangka (memulai proses penulisan)
Contoh :
Pasar Tanah Abang adalah sebuah pasar yang sempurna. Semua barang ada di sana. Di toko yang paling depan, berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di lantai dasar, terdapat toko kain yang lengkap dan berderet-deret. Di samping kanan pasar, terdapat warung-warung kecil penjual sayur
dan bahan dapur. Di samping kiri ada pula berjenis-jenis buah-buahan. Pada bagian belakang, kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang daging.

3. Karangan eksposisi atau pemaparan
Karangan eksposisi adalah karangan yang berisi pemaparan terhadap suatu konsep, gagasan, ide, dengan tujuan menguraikan, mengupas, menerangkan sesuatu yang akan menambah pengetahuan atau wawasan pembaca. Dalam karangan ini, sesuatu diuraikan secara terperinci terkadang dengan penambahan bentuk-bentuk visual seperti grafk, bagan, atau denah.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan eksposisi adalah:
(1) menentukan topik paparan
(2) menentukan tujuan paparan
(3) membuat kerangka karangan
(4) mengembangkan kerangka karangan
Contoh :
Pasar Tanah Abang adalah pasar yang kompleks. Di lantai dasar terdapat sembilan puluh kios penjual kain dasar. Setiap hari rata-rata terjual tiga ratus meter untuk setiap kios. Dari data ini, dapat diperkirakan berapa besarnya uang yang masuk ke kas DKI dari Pasar Tanah Abang.

4. Karangan argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat mengenai suatu hal yang disertai alasan-alasan yang logis dan sistematis serta penyajian bukti-bukti dengan tujuan memengaruhi pembaca untuk meyakini atau menyetujui pendapat tersebut. Karangan ini bersifat objektif.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan argumentasi adalah:
(1) membuat topik terlebih dahulu
(2) menetapkan tujuan karangan
(3) melakukan observasi lapangan
(4) membuat kerangka karangan
(5) mengembangkan kerangka karangan
(6) membuat kesimpulan
Contoh :
Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing B-737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat tua mencuat ke permukaan. Ini dapat dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu, adalah cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60 persen pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua.

5. Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang berisi uraian mengenai sikap, pendapat, gagasan, dan perasaan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang diuraikan.
Langkah-langkah dalam pembuatan karangan persuasi adalah:
(1) menentukan topik atau tema persuasi
(2) menetapkan tujuan persuasi
(3) mengadakan pengamatan terhadap objek sasaran
(4) membuat kerangka karangan
(5) mengembangkan kerangka karangan
(6) membuat kesimpulan
Contoh :
Sampah yang setiap harinya dibuang terdiri atas sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan dan sampah basah yang dapat membusuk. Sampah anorganik ialah sebaliknya yang tak dapat membusuk seperti plastik, kaca, karet, kulit dan sebagainya. Jika setiap harinya sampah dibuang oleh setiap orang,dapat dibayangkan berapa puluh dan ribu ton akan terkumpul. Tidak semuanya dapat didaur ulang. Oleh sebab itu, kita dapat membantu memilah sampah, untuk mengurangi tumpukan sampah, yaitu dengan cara sampah yang organik dapat dikubur di dalam tanah ukuran 3 x 3 m. Kemudian sampah yang anorganik dapat diberikan kepada pemulung untuk didaur ulang. Dengan demikian, kita telah membantu mengurangi tumpukan sampah setiap harinya di pembuangan sampah akhir.


UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!

1. Hal-hal yang perlu dipikirkan dalam merencanakan membuat karangan ialah di bawah ini kecuali
a. topik d. judul
b. tema e. pikiran pokok
c. paragraf

2. Yang menjadi dasar piakan sebuah karangan disebut
a. topik d. judul
b. tema e. pikiran pokok
c. paragraf

3. Secara alamiah, penderita anemia tidak hanya memerlukan zat besi, tetapi juga vitamin dan mineral. Disarankan bagi para penderita anemia berat, untuk mengonsumsi tablet tambah darah atau preparat besi dua kapsul sehari selama dua bulan. Anemia ringan disarankan satu kapsul sehari selama 3–4 bulan. Penderita anemia yang mengonsumsi zat besi selama 2-3 hari biasanya sudah pulih kembali.
Gagasan utama paragraf tersebut ialah
a. zat yang diperlukan penderita anemia
b. saran bagi penderita anemia berat
c. saran bagi penderita anemia ringan
d. suplemen zat besi bagi penderita anemia
e. cadangan zat besi di dalam tubuh dengan suplemen

4. Bangsa Indonesia memiliki banyak pahlawan baik pria maupun wanita. Pahlawan-pahlawan ini tersebar di seluruh pelosok tanah air banyak di antaranya yang tidak dikenal. Seorang pahlawan wanita yang sering disebut namanya ialah Cut Nyak Dien. Pahlawan ini berasal dari Aceh, daerah yang juga dikenal dengan sebutan Serambi Mekah.
Gagasan utama paragraf di atas adalah
a. Indonesia memiliki banyak pahlawan
b. Pahlawan Indonesia tersebar di seluruh tanah air
c. Banyak pahlawan Indonesia yang tidak dikenal
d. Cut Nyak Dien adalah pahlawan wanita dari Aceh
e. Cut Nyak Dien salah satu pahlawan wanita yang dikenal

5. Fotosintesis adalah proses penyusunan (sintetis) senyawa organik dari senyawa anorganik dengan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energinya.
Judul karya tulis yang paling tepat untuk permasalahan di atas adalah
a. Proses Fotosintetis pada Tumbuh-tumbuhan
b. Fotosintetis pada Tumbuh-tumbuhan
c. Fotosintetis dan Energi Matahari
d. Matahari Sumber Energi Matahari
e. Senyawa Organik dan Anorganik

6. Ngilu paling sakit dari semua luka. Aku pernah luka tersayat. Luka terjatuh. Luka terbakar. Paru-paruku pernah bolong. Ginjalku disengat batu. Tapi tak sesakit seperti dioperasi ambeien ini. Kemudian sesudah itu, cobaan baru datang kembali. Istriku tercinta berpulang ke Rahmatullah. Itu bulan Oktober pada tahun yang sama. Sakitnya, kini menyeluruh. Aku tak bisa sebutkan yang mana:
Jiwaku benar yang ditikamnya, Mama. Ngilunya tak kenal waktu. Ngilu berkepanjangan. Ngilu tak berkeputusan. Ngilu tak berkesudahan.
Tema yang sesuai dengan penggalan cerpen, “Operasi” karya Syahril Latif tersebut adalah
a. Kita semua harus selalu berdoa dan berusaha.
b. Ketabahan seseorang dalam menghadapi kehidupan.
c. Kehidupan di dunia ini harus dihadapi.
d. Pahit manisnya kehidupan pasti dialami oleh setiap manusia.
e. Jangan suka mengeluh bila menghadapi pahit getirnya kehidupan.

7. (1) Kehidupann bisnis selalu berubah dan bergerak maju seiring dengan lajunya pembangunan perekonomian. (2) Akibat meningkatnya perekonomian Indonesia yang sangat cepat, muncul para pesaing baru yang turut meramaikan percaturan bisnis. (3) Hal tersebut menimbulkan persaingan yang sangat ketat. (4) Dengan demikian diperlukan kemampuan yang andal untuk dapat menangani dan mengendalikan manajemen secara tepat, baik dalam aspek pemasaran, produksi, personalia, maupun keuangan.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat pada
a. kalimat (1) d. kalimat (2)
b. kalimat (3) e. kalimat (4)
c. kalimat (5)

8. Penulisan judul karangan yang benar adalah
a. Belajar Mengemukakan Pendapat
b. Pantang Untuk surut Ke Belakang
c. Bermula Dari Sebuah Surau
d. Tema Religius Dalam Sastra
e. Belajar Dari Kehidupan semut

9. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah dua perkataan yang senantiasa menunjuk pada masalah-masalah manusia. Apabila kita ingat salah satu sila dari asas tunggal Pancasila, perikemanusiaan selalu menyangkut keadilan dan peradaban. Karena itu, apa pun yang
berhubungan dengan masalah manusia memang membawa kita pada penataan universal. Manusia hidup untuk mendapat keselamatan diri yaitu ingin terlindung dalam keadaan sehat walafat... Tema wacana di atas adalah
a. keselamatan dan kesehatan kerja bagi manusia
b. perikemanusiaan dan kesehatan kerja bagi manusia
c. masalah manusia membawa kita pada peralatan utama
d. masalah manusia ditempatkan pada skala prioritas utama
e. manusia hidup untuk mendapatkan keselamatan diri.

10. Harga Kapal Ikan Buatan Dalam Negeri Lebih Mahal Dari Impor.
Tulisan judul berita di atas akan menjadi benar apabila
a. Kata Dalam ditulis dalam
b. Kata Dari ditulis menjadi dari
c. Kata Dalam dan dari diubah menjadi dalam dan daripada
d. Kata Impor diubah menjadi Import
e. Kata Lebih diubah menjadi lebih

11. Sepanjang sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia, pembu-dayaan aspek budi pekerti pada siswa menduduki tempat yang penting, bahkan lebih penting daripada penguasaan disiplin keilmuan. Pendidikan agama, PPKN, dan Bahasa Indonesia, mendapatkan tempat yang diprioritaskan, Ketiga mata pelajaran itu dianggap paling strategis menanamkan aspek budi pekerti dan moral para peserta didik. Semua itu merupakan upaya untuk mencegah tindakan asusila di kalangan peserta didik.Namun fakta berbicara lain. Di Masyarakat banyak terjadi perbuatan
yang tidak mencerminkan nilai-nilai budi perkerti. Ironisnya, pelaku tindakan itu sebagian adalah para siswa, bahkan tawuran antar pelajar seolah-olah menjadi budaya.
Gagasan utama penggalan Bab Pendahuluan karya tulis tersebut adalah
a. Meskipun di sekolah sudah ditanamkan aspek budi pekerti, masih terjadi perbuatan amoral yang dilakukan oleh pelajar.
b. Tawuran antarpelajar merupakan perbuatan amoral yang terjadi di masyarakat.
c. Untuk menanamkan nilai-nilai moral pada siswa, sekolah telah membudayakan aspek budipekerti.
d. Pembudayaan aspek budi pekerti lebih diutamakan daripada penguasaan disiplin ilmu.
e. Pendidikan agama, PPKN, dan Bahasa Indonesia diprioritaskan karena dianggap paling strategis menanamkan nilai moral.

12. Sekarang ini tidak hanya rumah di pinggir jalan besar yang menderita semburan gas buangan knalpot, tetapi rumah-rumah di tepi jalan kompleks perumahan dan jalan lingkungan dalam kampung. Jalan-jalan ini makin banyak dirambah sepeda motor ojek di samping mobil
pribadi penghuni kampung itu.
Permasalahan di bawah dibicarakan dalam paragraf di atas, kecuali
a. Rumah-rumah di tepi jalan besar paling banyak mendapat semburan gas buangan knalpot.
b. Rumah-rumah di sekitar jalan kompleks perumahan mendapat semburan gas buangan knalpot.
c. Rumah-rumah di tepi jalan di lingkungan perkampungan juga mendapat semburan gas buangan knalpot.
d. Rumah-rumah di dalam perkampungan bebas dari semburan gas buangan knalpot.
e. Jalan-jalan di perkampungan sudah dirambah sepeda motor ojek dan kendaraan penghuni kampung itu sehingga banyak mendapat semburan gas buangan knalpot.

13. Terapi nonmedis seperti tak terbatas ragamnya, tak ubahnya fenomena alam itu sendiri yang tak jarang saling mengait satu sama lain. Salah satu contoh adalah penyembuhan atau terapi warna. Terapi ini berkait erat dengan aura tubuh (energi sinar yang melingkupi seluruh tubuh) Sebab,prinsip penyembuhan dengan warna ini menyeimbangkan kembali aura tubuh.
Ide utama paragraf di atas adalah
a. Penyembuhan nonmedis bermacam-macam.
b. Penyembuhan nonmedis menggunakan sinar.
c. Penyembuhan nonmedis merupakan sebuah fenomena alam.
d. Penyembuhan nonmedis tidak menggunakan warna.
e. Penyembuhan nonmedis bertujuan menyeimbangkan aura tubuh

14. Buah ini mempunyai kadar lemak yang tinggi. Dapat mengakibatkan tubuh langsing menjadi gemuk. Sebab kegemukan membuat orang takut kebanyakan kolesterol dalam darah dan ini berisiko menimbulkan strok.
Kalimat utama yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas ialah
a. Kini buah itu didekati orang.
b. Beberapa tahun yang lalu, buah apokat diauhi orang.
c. Buah apokat mengandung laurostearat 70%.
d. Lemak apokat sebagai pengganti lemak buah kelapa.
e. Buah ini merupakan sumber lemak nabati yang penting di daerah pegunungan.

15. Setiap pengunjung akan berdecak kagum bila melihat keindahan Gunung Rinjani. Di sana kita dapat melihat lembah dan ngarai yang berkelok-kelok bagaikan akar pohon beringin yang menancap erat di permukaan tanah. Dipayungi langit biru dan gumpalan-gumpalan awan, gunung itu tampak kokoh menghiau dengan puncak yang berpasir. Begitulah Gunung Rinjani menyuguhkan pemandangan alam indah.
Gagasan utama paragraf tersebut terungkap pada kalimat
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. Pertama dan keempat

16. (1) Contoh paling sederhana yakni aplikasi microsof word dan excel secara optimal akan memudahkan penyusunan karya ilmiah bagi kenaikan pangkat guru. (2) TI menjadi solusi baru sekaligus mitra guru dalam mengembangkan kariernya.(3) Namun kenyataannya, tidak sedikit guru yang takut atau merasa asing dengan komputer. (4) Sebagai kawan, TI tidak dapat digugurkan oleh kekuatan sistem kerja manual. (5) Padahal, benda ini sudah bukan asing lagi.
Agar menjadi paragraf yang padu susunan kalimatnya adalah
a. (1), (3), (4), (2), (5)
b. (1), (2), (3), (4), (5)
c. (4), (2), (1), (3), (5)
d. (5), (3), (2), (1), (4)
e. (1), (4), (3), (2), (5)

17. (1) Alasannya guru bukan karena kerjanya mencekoki otak anak hingga menjadi pandai. (2) Adidaya TI yang telah meruntuhkan batas-batas negara pada gilirannya akan menjadi lawan bagi karier guru. (3) Guru akan menempatkan dirinya dalam posisi tawar yang sangat tinggi. (4) Posisi lawan ini merupakan jawaban atas imbas peran guru sebagai pendidik. (5) Guru sebagai flter munculnya gejala penistaan nilai-nilai nasionalisme, paedagogis dan moral bangsa yang kemungkinan muncul memboncengi kemajuan TI.
Agar menjadi paragraf yang padu susunan kalimatnya adalah
a. (1), (3), (4), (2), (5)
b. (1), (2),( 3), (4), (5)
c. (4), (2), (1), (3), (5)
d. (2), (4), (1), (3), (5)
e. (1), (4), (3), (2), (5)

18. (1) Seseorang mungkin saja memiliki kecerdasan lebih dari satu. Kecerdasan yang beraneka ini mungkin saja dimiliki oleh seseorang. (2) Mungkin saja seorang siswa yang tidak mampu dalam pelajaran matematika memiliki kemampuan dalam seni musik atau dalam olahraga. (3) Karena itu, model pembelajaran saat ini harus memerhatikan aspek kecerdasan yang mungkin dimiliki seorang siswa. (4) Kecerdasan yang beraneka ini mungkin saja dimiliki oleh seseorang. (5) Namun pada akhirnya, untuk mengembangkan masing-masing kecerdasan tersebut membutuhkan prasarana-prasarana metode dan model pembelajaran yang efektif.
Agar menjadi paragraf yang padu, susunan kalimatnya adalah
a. (1), (4), (5), (3), (2) d. (2), (4), (1), (3), (5)
b. (1), (2), (3), (4), (5) e. (1), (4), (3), (2), (5)
c. (4), (2), (1), (3), (5)

19. Semasa Orde Baru, sektor pendidikan kurang mendapat perhatian serius dari penguasa. Sektorini hanya mendapat sejumput dana dari anggaran negara yang berjumlah trilyunan rupiah. Pantas jika kualitas pendidikan Indonesia terpuruk. Walau diakui bahwa kualitas tersebut bukan melulu ditentukan oleh sejumlah dana.
Paragraf di atas termasuk paragraf
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi

20. Layanan internet memperlihatkan perkembangan yang pesat karena menawarkan keunggulan, antara lain: (1) komunikasi murah, (2) sumber informasi besar, (3) kesempatan besar untuk berusaha, (4) keterbukaan tanpa sensor, (5) jangkauan luas.
Paragraf di atas termasuk paragraf
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi

II. Jawablah soal­soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan tema!
2. Apa saja hal yang harus dipertimbangkan saat membuat judul karangan?
3. Hal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menulis karangan?
4. Buatlah sebuah paragraf narasi!
5. Buatlah sebuah paragraf deskripsi!
6. Buatlah sebuah paragraf eksposisi!
7. Buatlah sebuah paragraf argumentasi!
8. Buatlah sebuah paragraf persuasi!
9. Kembangkanlah topik berikut ini menjadi beberapa subtopik: ”Kenakalan Remaja di Perkotaan”.
10. Buatlah paragraf yang semuanya berisi kalimat pokok atau kalimat utama!

TES SEMESTER GENAP
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!

1. Di bawah ini adalah kriteria kalimat yang baik, kecuali
a. Pola susunannya sesuai kaidah
b. Logis atau diterima akal
c. Memiliki jabatan kalimat yang sempurna
d. Mengandung penalaran yang benar
e. Pilihan katanya tepat

2. Kepada Bapak Dosen waktu dan tempat kami persilakan.
Kalimat ini salah dalam hal
a. susunan kalimatnya
b. pilihan katanya
c. penggunaan kata ”kepada”
d. makna kalimatnya tidak logis
e. kata persilakan harusnya persilahkan

3. Perbaikan kalimat nomor 2 adalah
a. Bapak Dosen waktu kami persilakan.
b. Kepada Bapak Dosen tempat kami persilakan.
c. Kepada Bapak Dosen kami persilakan.
d. Bapak Dosen kami persilakan.
e. Bapak Dosen waktu dan tempat kami persilakan.

4. Hal yang memengaruhi kalimat sehingga tidak komunikatif ialah di bawah ini, kecuali
a. kalimat terlalu luas
b. pola kalimatnya tidak sesuai gramatikal
c. kalimat tidak dapat dipahami
d. kalimat pendek dan banyak pengulangan
e. kalimat berisi penjelasan yang tak perlu

5. Di bawah ini yang merupakan kalimat komunikatif tapi tidak cermat ialah
a. Hadirin kami minta berdiri.
b. Mobilnya menabrak pohon di pinggir jalan.
c. Dalam darahnya mengandung bibit penyakit.
d. Eksekusi terhadap tanah warga Meruya hanya sebatas wacana.
e. Hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada koruptor
itu.

6. Yang termasuk intonasi kalimat tanya ialah
a. pergi? d. pergi?
b. pergi? e. pergi?
c. pergi?
7. Ciri intonasi berita
a. suku akhir menaik
b. suku awal menaik
c. suku awal menaik dan akhir menawan
d. suku awal dan akhir menaik
e. suku akhir menurun

8. Penggunaan tekanan biasanya karena
a. kata singkat dipentingkan
b. kata itu pokok kalimat
c. agar ada variasi
d. mitra bicara tidak mengerti
e. sebagai sebuah ekspresi bicara saja

9. Tekanan dalam ilmu tata bunyi disebut juga
a. segmental
b. aksen
c. ritual
d. tempo
e. irama

10. Perpaduan antara tekanan, nada, dan jeda disebut
a. intonasi
b. aksen
c. ritme
d. tempo
e. irama

11. Kelompok kata berikut ini yang bukan frasa adalah
a. sabun mandi yang harum
b. kamar mandi
c. mandi pagi
d. nenek mandi
e. mandi susu

12. Kombinasi afks (konfks) per- + -an dalam kata persahabatan berfungsi
membentuk
a. kata sifat
b. kata tugas
c. kata benda
d. kata kerja
e. kata keterangan

13. Konfks ke- + -an dalam kata kesakitan berfungsi membentuk
a. nomina
b. numeralia
c. verba
d. adjectiva
e. partikula

14. Di bawah ini yang termasuk verba intransitif adalah
a. memberi
b. kambuh
c. membeli
d. menamai
e. membuatkan

15. Kata termasuk kelas kata ojektiva deverbalisasi berikut ini, kecuali
a. berapi-api
b. meluap
c. kesatria
d. beruban
e. pemalas

16. (A) sebagai intelektual muda, mereka harus berusaha mandiri untuk memahami ilmu yang digelutinya. (B) Upaya ini pada gilirannya akan meningkatkan kualitas intelektualitasnya walaupun di usia relatif muda. (C) Oleh karena itu, sudah seharusnya jika masyarakat memerlukan bantuan, mahasiswa mesti tanggap berusaha mengatasi pemecahannya. (D) Mahasiswa adalah sosok manusia yang sering diuluki intelektual muda dan agen perubahan sosial. (E) Sebagai agen perubahan sosial,
mahasiswa dianggap mempunyai kemampuan memahami konsep-konsep sosial untuk direalisasikan dalam kehidupan masyarakat.
Susunan paragraf yang tepat adalah
a. ACDBE
b. DEBAC
c. BADEC
d. DABEC
e. EBADC
17. (1) Nasib nelayan tradisional Aceh makin terpuruk, tidak ubahnya seperti telur di ujung tanduk. (2) Di laut, mereka harus berjuang sekuat tenaga mengusir nelayan asing yang mencuri ikan, sedangkan di darat mereka main kucing-kucingan dengan oknum petugas yang tak pernah absen meminta imbalan pada setiap nelayan. (3) Bahkan ada kewjiban tak resmi yang dipikul para nelayan, yang menghadiahkan ikan hasil tangkapannya kepada oknum tertentu (4) Itulah romantika hidup mereka yang selalu bergelombang.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat pada
a. kalimat (1)
b. kalimat (2)
c. kalimat (5)
d. kalimat (3)
e. Kalimat (4)

18. Analisis ini juga mengingatkan bahaya kelangkaan dana. Dalam jangka panjang, ada sinyal-sinyal bahwa Asia mungkin bakal segera menghadapi kendala pendanaan yang akan memangkas pertumbuhan ekonomi kawasan. Ini dapat terjadi dalam beberapa tahun ke depan, tetapi para fund manager tidak akan mau menunggu selama itu untuk menarik investasinya.
Topik paragraf ini adalah
a. analisis
b. para fund manager
c. penarikan investasi
d. kelangkaan dana
e. wilayah Asia

19. Generasi muda adalah generasi yang tangguh, ulet, mandiri, kreatif, inovatif, dan dinamis.
Kalimat di atas merupakan penggalan paragraf dengan pola
a. deskripsi
b. eksposisi
c. argumentasi
d. persuasi
e. narasi

20. Penulisan judul karangan yang benar adalah
a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
b. Jalan tak ada Ujung
c. Bermula Dari Sebuah Surau
d. Tema Religius Dalam Sastra
e. Tergantung pada Kata, Berpiak pada Logika

21. Kalimat tanya yang berpola inversi di bawah ini adalah
a. Apa yang Anda cari?
b. Beberapa korban yang tewas pada musibah itu?
c. Ada acara tidak kamu hari ini?
d. Buku siapa itu?
e. Ke mana angin berhembus, ke situ aku melangkah?

22. Kalimat tanya retoris adalah
a. Apa yang Anda cari?
b. Beberapa korban yang tewas pada musibah itu?
c. Ada acara tidak kamu hari ini?
d. Buku siapa itu?
e. Kemana angin berhembus, ke situ aku melangkah?

23. Di bawah ini yang merupakan kata ragam tanya nonstandar adalah
a. siapa
b. kenapa
c. bagaimana
d. di mana
e. Berapa

24. Kata tanya apa dipergunakan untuk tujuan berikut, kecuali
a. menanyakan nomina bukan manusia
b. menanyakan preposisi.
c. mengukuhkan apa yang telah diketahui
d. menanyakan kepunyaan
e. dipergunakan dalam kalimat tanya retoris.

25. Kalimat tanya yang cukup memerlukan jawaban singkat seperti ya, tidak, belum, bukan disebut kalimat tanya
a. retorik
b. menggali informasi
c. konfrmasi
d. tersamar
e. memerintah

26. Pengalihan bentuk tutur dengan tidak mengubah pengertiannya disebut
a. sinonim
b. majas
c. alinea
d. parafrasa
e. paragraf

27. Parafrasa meliputi hal di bawah ini, kecuali
a. wacana – rangkuman
b. puisi – prosa
c. drama – prosa
d. suku kata – kata
e. kalimat aktif – kalimat pasif

28. Mereka memperpanjang bentuk kerjanya dengan PT. Makmur Jaya.
Kalimat pasif dari kalimat di atas ialah
a. Kontrak kerja mereka perpanjang dengan PT. Makmur Jaya.
b. PT. Makmur Jaya memperpanjang kontrak kerjanya.
c. Mereka diperpanjang kontrak kerjanya oleh PT. Makmur Jaya.
d. Kontrak kerjanya diperpanjang mereka kepada PT. Makmur Jaya.
e. Kontrak kerjanya dengan PT. Makmur Jaya diperpanjang mereka.

29. Perusahaannya kini sedang di ujung tanduk akibat resesi.
Ungkapan tersebut berarti
a. di puncak kejayaan
b. terancam bangkrut
c. tidak mengalami perkembangan
d. sedang merintis
e. gagal total

30. Parafrasa dari sebuah teks/wacana harus tetap mempertahankan
a. pola kalimatnya
b. amanat yang disampaikan
c. gagasan pokoknya
d. ilustrasi wacananya
e. isi ceritanya

31. Setiap pengunjung akan berdecak kagum bila melihat keindahan Gunung Rinjani. Di sana kita dapat melihat lembah dan ngarai yang berkelok-kelok bagaikan akar pohon beringin yang menancap erat di permukaan tanah. Dipayungi langit biru dan gumpalan-gumpalan awan, gunung itu tampak kokoh menghiau dengan puncak yang berpasir. Begitulah Gunung Rinjani menyuguhkan pemandangan alam
Gagasan utama paragraf tersebut terungkap pada kalimat
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. pertama dan keempat

32. Sembilan bocah berkerumun di atas petak tanah yang berlumpur. Baju, kaki, tangan bahkan wajah mereka terlihat kotor. Sementara di langit matahari memancarkan cahayanya yang garang. Tiba-tiba seorang anak bertelanjang dada berteriak, “Awas! Ular!” teman-temannya berlarian menghindar sambil berkata, ”Mana? Mana?”
Pola pengembangan paragraf tersebut adalah
a. narasi
b. deskripsi
c. eksposisi
d. argumentasi
e. persuasi

33. Kalimat berikut ini salah nalar (tidak logis), kecuali
a. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.
b. Waktu dan tempat kami persilakan.
c. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.
d. Semoga Bapak dapat memakluminya.
e. Mayat wanita yang ditemukan itu sebelumnya mondar-mandir di daerah tersebut.

34. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi adalah berikut ini, kecuali
a. suasana puisi
b. pengulangan kata
c. bagian sampiran
d. rima
e. kata bermakna luas

35. Kalimat yang menggunakan preposisi ialah
a. Rambutnya sangat bagus.
b. Rumahnya berada di sekitar sini.
c. Pagi harinya sang kancil menemui buaya.
d. Meskipun hari hujan, ia tetap berangkat ke sekolah.
e. Setelah makan, ia kemudian belajar.

36. Di bawah ini, kata yang bukan kelas kata adverbia ialah
a. sangat
b. agar
c. bukan
d. belum
e. Paling

37. Penulisan judul karangan yang tepat sesuai dengan EYD adalah
a. Tampil Menawan Di setiap Kesempatan
b. Tampil Menawan di Setiap Kesempatan
c. Tampil menawan Di Setiap Kesempatan
d. Tampil Menawan disetiap Kesempatan
e. Tampil menawan di setiap kesempatan.

38. Generasi muda adalah generasi yang tangguh, ulet, mandiri, kreatif, inovatif, dan dinamis.
Kalimat di atas merupakan penggalan paragraf dengan pola
a. deskripsi
b. eksposisi
c. argumentasi
d. persuasi
e. narasi

39. Kalimat tanya konfrmasi ialah
a. Apakah gerangan yang Tuan cari?
b. Mau pergi ke mana, Nek?
c. Bolehkah saya meminjam mobilmu?
d. Apa benar Anda yang merancang bangunan ini?
e. Bagaimana rasanya tinggal di luar negeri?

40. Perubahan puisi ke prosa harus memerhatikan
a. tema puisi
b. persajakan
c. simbol dan majas yang dipakai
d. tipograf
e. pilihan kata atau susunan kalimatnya


II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!

1. Buatlah contoh kalimat yang komunikatif tapi tidak cermat!
2. Buatlah contoh kalimat yang tidak komunikatif tetapi cermat!
3. Apa bedanya membaca puisi dengan deklamasi?
4. Apa saja hal-hal yang termasuk aksen atau intonasi?
5. Sebutkan ciri-ciri kata sifat!
6. Buatlah 2 buah contoh kalimat tanya retoris!
7. Buatlah 2 buah contoh kalimat tanya konfrmasi!
8. Jelaskan pengertian parafrasa!
9. Ubahlah kalimat tidak langsung di bawah ini menjadi kalimat langsung:
a. Hafiz mengatakan bahwa ia diterima di perguruan tinggi terkenal.
b. Bapak menyuruh Mustafa mengerjakan pekerjaan rumahnya.
10. Buatlah dua buah kalimat dengan menggunakan adverbia (kata keterangan)!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 komentar:

Dewi Astuti mengatakan...

like .. sangat membantu tugas saya

Disman Gaul mengatakan...

nggk ada jwban ny ya?

Lady Mia mengatakan...

KABAR BAIK!!!

Nama saya Mia. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah dia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com dan kehilangan Sety saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia Dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.

Glory Chilly mengatakan...

Apakah Anda perlu pinjaman tanpa jaminan untuk mendirikan sebuah bisnis atau pinjaman untuk renovasi dan banyak lagi, pencarian tidak lebih, kami adalah perusahaan yang sah dan bersedia untuk meminjamkan jumlah yang Anda ingin meminjam dan membuat tahun ini yang berhasil untuk Anda. Mohon mengisi data pinjaman ini di bawah ini dan menghubungi kami melalui email perusahaan kami: gloryloanfirm@gmail.com.
Nama lengkap: _______________
Negara: __________________
Sex: ______________________
Umur: ______________________
Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
Durasi Pinjaman: ____________
Tujuan pinjaman: _____________
Nomor ponsel: ________

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami sekarang melalui email: gloryloanfirm@gmail.com

Poskan Komentar